CERITA PENDEK
BINTANG KELAS YANG DIPAKSA REDUP OLEH PERUT LAPAR Di sebuah gubuk reot pinggir sawah, hiduplah seorang anak laki-laki bernama Lintang. Ia bukanlah anak biasa. Di usianya yang baru menginjak 12 tahun, ia telah berkali-kali menjadi juara kelas. Otaknya cemerlang, nilai-nilainya selalu sempurna, dan matanya selalu berbinar penuh rasa ingin tahu dan haus akan ilmu pengetahuan. Lintang punya mimpi besar: ia ingin sekolah setinggi mungkin. Ia ingin menjadi insinyur, merancang jembatan kokoh yang dapat menghubungkan desa-desa terpencil seperti desanya. Setiap malam, di bawah temaram lampu minyak, ia tekun belajar. Buku-buku pelajaran sekolah dasarnya sudah lusuh, penuh coretan rumus dan catatan kecil. Namun, takdir berkata lain. Ayah Lintang, yang merupakan satu-satunya tulang punggung keluarga, jatuh sakit parah. Tabungan keluarga yang pada saat itu pas-pasan habis tak tersisa untuk biaya pengobatan. Ibu Lintang yang hanya seorang buruh tani serabutan yang penghasilannya tidak menentu. Kelul...